• Tuesday, 25 July 2017

SS2-V5 Kal. 5.56 mm (Buatan PT Pindat)

By , Siapalagi.com,
Hari ini

Sejak tahun 2006 senapan serbu versi baru mulai diluncurkan, yaitu SS2. Kelahirannya didasarkan pada keinginan untuk menciptakan senapan serbu yang lebih teliti dan lebih ringan. Seperti halnya SS1, senapan ini bekerja dengan sistem kerja gas, dengan tembakan yang dipilih serta pengumpanan magasen.

Perbedaannya adalah hentakan yang kecil saat penembakan berkat adanya karet buffer di bagian belakang. Penutup bentuk bulat dengan bentuk gigi untuk penguncian dalam penyambung laras. Ekoran maupun rumah mekanik terbuat dari alumunium panduan. Keduanya disambung dengan dua buah pena yang dapat dibuka untuk pembongkaran dan pemeliharaan.

Laras SS2 memiliki enam alur dengan putaran 178 mm (1:7 in) dilengkapi dengan peredam sinar yang akan mengurangi pancaran api dan mengurangi hentakan ke belakang. Pembidikan melalui lubang pada pisir yang dapat diatur elevasi maupun azimutnya untuk meningkatkan ketelitian. Mode tembakan adalah tembakan tunggal, otomatis penuh seta posisi terkunci (safe). Seperti halnya SS1, SS2 dibuat dalam empat varian yaitu tipe standar (SS2-V2), untuk lomba SS2 V4), serta seri komando (SS2-V5)

Keberadaan TNI Angkatan Darat (AD) terbilang disegani di dunia internasional. Salah satunya karena TNI AD menjadi juara dunia kejuaraan menembak antarmiliter. Tercatat Indonesia tujuh kali berturut-turut menjadi juara dunia, yakni sejak 2008 hingga 2014.

SS2 pindatss2 tni

Hasil itu menjadi prestasi tersendiri bagi Indonesia. Sebab Indonesia bisa mengalahkan tentara dari negara lain, seperti Amerika Serikat, Prancis, dan Australia.

Prestasi itu salah satunya dilatarbelakangi penggunaan senapan buatan PT Pindad (Persero) yang dinamai SS2. Senjata itu merupakan hasil pengembangan seri sebelumnya SS1.

Hal lain yang menunjang keunggulan Indonesia adalah dari sisi kemampuan TNI AD. Tanpa kemampuan prajurit yang baik dalam urusan menembak, mustahil Indonesia bisa menjadi juara dunia seperti saat ini.

Sementara secara umum, penggunaan SS2 oleh TNI sudah dimulai sejak 2005. Selain SS2, beragam senjata canggih pun diproduksi Pindad untuk dipasok ke TNI.

Pengembangan teknologi dan kemampuan senjata pun terus ditingkatkan dari waktu ke waktu. Meski diakuinya dalam perjalanan selalu ada rintangan. Tapi hal itu tidak menyurutkan komitmen Pindad untuk ikut membantu agar TNI memiliki kekuatan yang disegani dunia.