• Friday, 28 April 2017

Dato Sri Tahir founder Mayapada Group

By , Siapalagi.com,
Hari ini

Dato’ Sri Prof. Dr. Tahir (Terlahir Ang Tjoen Ming ) atau biasa akrab dipanggil Tahir saja, (lahir di Surabaya, 26 maret 1952; umur 63 tahun) adalah seorang pengusaha di Indonesia, investor, filantropis, sekaligus pendiri Mayapada Group, sebuah holding company yang memiliki beberapa unit usaha di Indonesia. Unit usahanya meliputi perbankan, media cetak dan TV berbayar, properti, rumah sakit dan rantai toko bebas pajak/duty free shopping (DFS). Ia menjadi dikenal karena mampu menjadi orang terkaya keduabelas di Indonesia [1] dan seorang filantropis yang mampu menyumbangkan US$ 75 Juta untuk kesehatan.

Dr. Tahir Kecil lahir di Surabaya pada tahun 1952 di sebuah lingkungan yang rata-rata warganya tergolong tidak mampu. Dia dibesarkan oleh seorang Ayah yang menghidupi keluarga dengan membuat becak, sementara ibunya turut membantu keluarga dengan mengecat becak yang dibuat ayahnya itu. Tahun 1971, dia menamatkan pendidikan menengah atas (SMA) di SMA Kristen Petra Kalianyar Surabaya.

Ketika lulus SMA Dr. Tahir pernah bercita-cita ingin menjadi seorang dokter namun tidak kesampaian. Cita-cita tersebut kandas karena pada suatu ketika, saat itu ayahnya mengalami sakit keras hingga tidak sanggup lagi membiayai keluarga. Rencana Tuhan mengubah jalan hidup yang telah dia rancang. Karena sakit yang diderita oleh ayahnya tersebut Tahir muda harus berhenti kuliah dan melanjutkan bisnis ayahnya di Surabaya.

3dprinting_NTU

 

The Nanyang Technological University tempat ia mendapat beasiswa bisnis di singapura

Namun nasibnya cukup beruntung kemudian. Di umur 20 tahun, ia mendapat beasiswa di sekolah bisnis di Nanyang Technological University, Singapura. Di negeri Singa itu, Tahir menempuh studi sembari tiap bulan mencari produk di Singapura untuk dijual di Surabaya. Dia membeli pakaian wanita dan sepeda dari pusat perbelanjaan di Singapura, menjualnya kembali ke Indonesia. Dari sinilah, ia mendapatkan idenya untuk kapitalisasi produk impor guna membantu biaya sekolahnya. Awal dari bisnis garmen yang kemudian serius dia geluti pula. Di umur 35 tahun, ia bersekolah kembali lalu menyelesaikan pendidikan keuangan di Golden Gates University.

Pengalaman dan keberaniannya dalam berbisnis pada akhirnya membawanya menjadi seorang pengusaha muda. Dia dikenal sebagai pengusaha ulet dan memiliki bisnis yang cukup beraneka ragam dan kesemuanya sukses. Dari garmen lambat laun Dr Tahir muda mulai berani memasuki bidang bisnis lain, dia masuki bidang keuangan. Diawali dari Mayapada Group yang didirikannya pada 1986, bisnisnya merambat dari dealer mobil, garmen, perbankan, sampai di bidang kesehatan. Tahun 1990 Bank Mayapada lahir menjadi salah satu bisnis andalannya. Ketika itu, bisnis garmen Mayapada tidak lagi tumbuh, justru bisnis banknya maju pesat.

89849309

Saat krisis ekonomi 1998 menghantam negeri, banyak bank pemerintah maupun swasta yang ambruk. Namun di tengah situasi berbahaya seperti itu, Bank Mayapada tetap bertahan, malah masuk ke pasar Saham Bursa Efek Jakarta. Aktivitas perbankan Bank Mayapada tidak lumpuh karena ia tidak mengambil kredit dari bank asing sebesar bank-bank di Indonesia pada waktu itu. Bank Mayapada saat itu masih berfokus pada pengucuran kredit usaha kecil.

620_413_Bank-Mayapada-Katadata-Arief

Bank Mayapada terus agresif ketika melihat dirinya sukses menghadapi krisis moneter. Dengan investasi asing seperti US, UAE, dan Singapura, banknya kini memiliki lebih dari 100 cabang di penjuru Indonesia. Di 2007, bank ini mendapatkan predikat bank umum terbaik nomor 2 selain bank milik negara. Penghargaan dikeluarkan oleh majalah InfoBank, majalah tentang bank paling berpengaruh. Selain perbankan, Mayapada Group masih melanjutkan ekspansinya.

Kini Tahir tercatat sebagai orang terkaya ke-12 di Indonesia. Harta kekayaannya saat ini mencapai 2 miliar dollar US$ atau setara dengan 19 trilyun rupiah . Setelah mendapatkan kesuksesan di bisnis garmen dan perbankan yang dia geluti akhirnya dia mulai melirik ke sektor rumah sakit yang dilanjutkan dengan toko bebas bea serta perusahaan media. Perusahaan media yang dia lakoni sudah memiliki lisensi Forbes Indonesia. Setelah mendapatkan kesuksesan dari bisnis-bisnis itu, dia mulai lagi menunjukkan kekuatan bisnisnya dengan menciptakan perusahan properti sebanyak sebelas perusahaan yang bertempat di Bali, Indonesia dan Singapura.

tahirsigning

 

Signing Ceremony Dato Sri Tahir with DR. Robert J. Birgeneau

 

Penghargaan yang pernah Tahir dapatkan antara lain: Pada tahun 2011 mendapatkan pengharggan Chancellor Citation dari chancellor University Of California, Berkeley, Amerika(sebuah penghargaan dari chancellor University of California, Robert J. Birgeneau atas kepemimpinan yang luar biasa dalam bisnis dan pengabdiannya dalam kegiatan filantropi dan pelayanan kepada masyarakat), kedua, penghargaan Entrepreneur of the Year 2011 dari Earnst and Young, penghargaan di bidang pendidikan oleh Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew, dan masih banyak lagi. Penghargaan dari chancellor University of California, Robert J. Birgeneau tersebut berhasil Dr. Tahir dapatkan juga karena pertimbangan bahwa Dr. Tahir ini tercatat sebagai orang Asia pertama yang menjadi anggota wali amanat University of California (UC) Berkeley, AS

download

                (Dari kiri) Menko Kesra Agung Laksono ,Pendiri Bill and Mellinda Gates Foundation Bill Gates dan Ketua Tahir Foundation Dato Sri Tahir                          ketika menghadiri peluncuran The Indonesia Health Fund di Jakarta, Sabtu (5/4). 

Bukan hanya itu saja. Ia pun berkerjasama dengan orang terkaya di dunia CEO Microsoft Bill Gates untuk menyumbangkan harta kekayaan mereka dibidang kesehatan.  Yayasan amal Tahir Foundation Indonesia bekerja sama dengan Bill Gates Foundation mengalokasikan dana bantuan total USD200 juta atau senilai Rp2,3 triliun untuk mengupayakan perbaikan tingkat kehidupan masyarakat miskin di Indonesia.Pemimpin Tahir Foundation Dato’Sri Tahir mengatakan, program ini adalah program kedua dari yayasan amalnya. Sebelumnya, program ini memungkinkan pasien memperoleh perawatan dan pengobatan secara gratis di Rumah Sakit Jantung.

“Sekitar 75% dari anggaran tersebut akan digunakan untuk membantu mencegah beberapa penyakit, seperti AIDS, malaria, TBC, dan polio,” kata dia dalam rilisnya Senin (26/5/2014).

Lebih lanjut, dia menjelaskan, selain itu anggaran bantuan sosial ini akan digunakan untuk penanganan berbagai penyakit dan mengurangi tingkat kematian bayi di Tanah Air.

“Ini merupakan cita-cita bersama, yaitu untuk bisa memberikan pengobatan gratis di bawah umur 12 tahun,” ungkap Tahir.

dato-tahir

Untuk program ketiga, yayasan amal Tahir Foundation akan memberikan makanan gizi bagi anak-anak. Hal itu untuk mencegah kekurangan gizi dan gizi yang buruk akibat makanan instan.

“Munculnya banyak makanan instan kurang baik, perlu tambahkan gizi,” jelas Tahir.

Di tempat sama, sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak, Tahir Foundation bersama Mayapada Hospital Jakarta juga turut berkontribusi dalam memberikan bantuan layanan kesehata untuk pengobatan penyakit kanker.