• Sunday, 24 September 2017

Christiawan Lie komikus yang sukses di Amerika Serikat

By , Siapalagi.com,
Hari ini

Christiawan Lie, pria kelahiran Bandung 5 September 1974, adalah ilustrator komik Indonesia yang berhasil menembus persaingan komik-komik dunia. “GI JOE itu karya pertama saya,” kata Chris Lie “nama beken Christiawan Lie”  saat ditemui Jawa Pos di Caravan Studio, bengkel komik yang dia dirikan pada 2008. Caravan Studio terletak di kompleks apartemen Mediterania Garden, Jakarta. Chris bersama tujuh orang stafnya bekerja setiap hari menyelesaikan sejumlah proyek komik dan ilustrasi untuk dipasarkan ke seluruh dunia. “Moto di sini adalah get income from comic. Kami tidak bekerja yang lain,” ujar suami Reni Setia Dharma itu. Lulus kuliah pada 1997 dengan predikat cum laude, Chris Lie–demikian sapaan Christiawan–bekerja pada Nyoman Nuarta, pematung terkenal di Bandung. Ia pun ikut mengerjakan Monumen Garuda Wisnu Kencana, yang menjadi ikon pariwisata Bali dan Indonesia. Tapi rupanya Chris kurang menikmati dunia arsitektur. Lantas, bersama empat rekannya sesama arsitek, Chris mencari kenikmatan lain dengan mendirikan studio komik Bajing Loncat di Kota Kembang. “Siang sebagai arsitek, malam sebagai komikus,” ujarnya.

 

ChristiawanLie1

Salah satu karya Chris lie cerita komik berseri Drafted, yang diproduksi Hasbro

Kepuasan batin yang didapat dari menggambar komik membuat Chris memutuskan keluar dari profesi arsitek walau pendapatan sebagai arsitek lebih besar ketimbang komikus. “Banyak ruginya dibanding untungnya,” ujar dia mengenang studionya yang saat itu berhasil menciptakan tujuh komik tapi sedikit menghasilkan uang. Untuk membayar sewa kantor pun mereka tak mampu. Akhirnya personel Bajing Loncat, termasuk Chris, hengkang untuk mencari pekerjaan yang lebih baik. 

Cahaya kehidupannya makin terang saat Chris mendapat beasiswa full bright untuk kuliah di jurusan sequential art (komik) di Savannah College of Art and Design, Amerika Serikat. Di Negeri Abang Sam, ia sempat magang kerja di perusahaan komik Devil’s Due Publishing, Chicago. Walau tiap hari kerjaannya cuma memindai gambar serta menstempel dan mengirim surat, Chris tetap tabah. “Yang penting saya bisa lihat gambar bagus-bagus,” katanya.

Keberuntungan Chris Lie datang juga ketika Devil’s Due mendapat proyek GI Joe dari Hasbro, perusahaan raksasa mainan anak-anak di Amerika Serikat. Chris diminta ikut menggambar sosok GI Joe yang lebih muda dan trendi. Ia pun menciptakan sosok GI Joe bertubuh besar tapi dengan bagian kaki mengecil, dan ternyata itulah yang dipilih Hasbro.

Sejak itu ia dipercaya menggarap proyek-proyek Devil’s Due sembari menyelesaikan kuliahnya di Savannah–karena proyek Devil’s Due bisa dikerjakan di mana saja. 

Rampung kuliah dengan menyabet excelsus laureate– predikat lulusan terbaik universitas untuk jenjang master–Chris Lie pulang ke Tanah Air. Lalu ia mendirikan Caravan Studio di Tanjung Duren, Jakarta Barat. Dengan mempekerjakan enam komikus dari beberapa daerah, Caravan telah menciptakan puluhan komik. Dari tangannya sendiri tercipta beberapa komik, di antaranya GI Joe, Transformers, dan Dungeons and Dragons Eberron

Karyanya, Return to Labyrinth, diproduksi Tokyopop Los Angeles, kini menduduki peringkat keempat komik terlaris di Amerika setelah Naruto. Bahkan, dari sepuluh besar komik terlaris, Return to Labyrinth satu-satunya komik yang bukan terjemahan dari komik Jepang. “Itu asli karya saya,” ujarnya. 

Dengan menekuni komik, Chris Lie telah membuktikan bisa hidup layak, tidak seperti dulu ketika di Bandung. Ia pun berharap komikus dapat hidup sejahtera tanpa harus nyambi di luar membuat komik. Ia juga menyarankan komikus pemula tak malu mempublikasikan karyanya. “Tampilkan saja di situs dunia maya,” ujarnya. l Akbar Tri Kurniawan