• Sunday, 24 September 2017

A.M. Hendropriyono

By , Siapalagi.com,
Hari ini

Haji Abdullah Makhmud Hendropriyono, merupakan orang pertama di dunia yang dikukuhkan sebagai Guru Besar (Profesor) di bidang Ilmu Intelijen pada 07 Mei 2014.  Sosok yang lahir di Yogyakarta, 7 Mei 1945,  adalah seorang tokoh militer Indonesia yang pernah menjadi Kepala BIN (Badan Intelijen Negara). Menempuh pendidikan umum: SR Muhammadiyah Jl Garuda 33 Kemayoran Jakarta, SR Negeri Jl Lematang Jakarta, SMP Negeri V bag B (Ilmu Pasti) Jl Dr Sutomo Jakarta, SMA Negeri II bag B (Ilmu Pasti) Jl Gajah Mada di Jakarta.

Pendidikan militer diperoleh di Akademi Militer Nasional (AMN) di Magelang (lulus 1967), Australian Intelligence Course di Woodside (1971), United States Army General Staff College di Fort Leavenworth, Amerika Serikat (1980), Sekolah Staf dan Komando (Sesko) ABRI, yang lulus terbaik pada 1989 bidang akademik dan kertas karya perorangan dengan mendapat anugerah Wira Karya Nugraha.

Lulusan KSA VI Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) dengan predikat prestasi tinggi.

Beberapa latihan ketrampilan militer yang pernah diikutinya antara lain adalah Para-Komando, terjun tempur statik, terjun bebas militer (Military Free Fall) dan penembak mahir.

Karier militer AM Hendropriyono diawali sebagai Komandan Peleton dengan pangkat Letnan Dua Infantri di Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha) yang kini bernama Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD. Ia kemudian menjadi Komandan Detasemen Tempur Para-Komando, Asisten Intelijen Komando Daerah Militer Jakarta Raya/Kodam Jaya (1986), Komandan Resor Militer 043/Garuda Hitam Lampung (1988-1991), Direktur Pengamanan VIP dan Obyek Vital, Direktur Operasi Dalam Negeri Badan Intelijen Strategis (Bais) ABRI (199I-1993). Panglima Daerah Militer Jakarta Raya dan Komandan Kodiklat TNI AD.

Semasa menjabat sebagai Danrem 043/Garuda Hitam, Hendropriyono yang saat itu berpangkat Kolonel, dinilai berhasil mengeliminasi potensi radikalisme yang tumbuh di kawasan Talangsari, Lampung, yang kemudian dikenal dengan Peristiwa Talangsari 1989. Sebuah komunitas radikal pimpinan Warsidi, berhasil ditumpas.

Penyelesaian tugasnya sebagai Danrem 043/Garuda Hitam Lampung tersebut dicatat dengan kebanggaan oleh penduduk setempat, bahkan dijadikan model oleh ABRI sebagai suatu bentuk penyelesaian masalah keamanan yang terbaik. Penyelesaian GPK Warsidi tercatat berlangsung dengan cepat dan tidak berdampak sama sekali, termasuk tidak adanya protes dunia internasional. (KOMPAS – Jumat, 02 Apr 1993 Halaman: 20)

Berbagai operasi militer yang diikutinya adalah Gerakan Operasi Militer (GOM) VI, dua kali terlibat dalam Operasi Sapu Bersih III dan dua kali dalam Operasi Seroja di Timor Timur (sekarang bernama Timor Leste).

Pendidikan umum AM Hendropriyono menjadikannya sebagai sarjana dalam Administrasi dari Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Negara (STIA-LAN), Sarjana Hukum dari Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM), Sarjana Ekonomi dari Universitas Terbuka (UT) Jakarta, Sarjana Teknik Industri dari Universitas Jenderal Ahmad Yani (Unjani) Bandung, Magister Administrasi Niaga dari University of the City of Manila Filipina, Magister di bidang hukum dari STHM dan pada bulan Juli 2009 meraih gelar doktor filsafat di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dengan predikat Cum Laude.

Dalam birokrasi pemerintahan RI, AM Hendropriyono pernah memangku berbagai jabatan yang berturut-turut: Sekretaris Pengendalian Operasional Pembangunan Republik Indonesia (1996-1998), Menteri Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan (PPH) dalam Kabinet Pembangunan VII, Menteri Transmigrasi dan PPH dalam Kabinet Reformasi yang kemudian merangkap Menteri Tenaga Kerja. Pada periode tahun 2001-2004 sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) di Kabinet Gotong Royong. AM Hendropriyono merupakan penggagas lahirnya Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) di Sentul Bogor, Dewan Analis Strategis (DAS) Badan Intelijen Negara, Sumpah Intelijen, Mars Intelijen, menetapkan hari lahir badan intelijen, mencipta Logo dan Pataka BIN, mempopulerkan bahwa intelijen sebagai ILMU dan menggali FILSAFAT INTELIJEN, menggagas berdirinya tugu Soekarno-Hatta di BIN.

Ia juga penyandang berbagai kehormatan negara RI, dalam wujud bintang dan tanda jasa antara lain: Bintang Mahaputera Indonesia Adipradana, Bintang Kartika Eka Paksi Nararya-prestasi, Bintang Bhayangkara Utama, Bintang Yudha Dharma, Bintang Dharma, Satya Lencana Bhakti untuk luka-luka di medan pertempuran, serta anggota Legiun Veteran Pembela Republik Indonesia (Pembela/E, NPV : 21.157.220).

Dewasa ini AM Hendropriyono menjadi pengamat terorisme dan intelijen, yang kerap diminta untuk menjadi narasumber oleh media massa dan berbagai Lembaga, giat menulis bermacam pemikirannya dalam artikel-artikel di berbagai koran, majalah, radio dan televisi. Ia mendedikasikan ilmunya dengan mengajar Filsafat Hukum di Sekolah Tinggi Hukum Militer Jakarta dan di Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, dengan jabatan Lektor Kepala terhitung sejak tanggal 01 Maret 2002 sampai sekarang.

Karir

  • 2001-2004 – Kepala Badan Intelijen Negara
  • 1998-1999 – Menteri Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan (PPH) Kabinet Reformasi Pembangunan
  • 1998-1998 – Menteri Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan (PPH) Kabinet Pembangunan VII
  • 1996-1998 – Sekretaris Pengendalian Operasi Pembangunan (Sesdalopbang)
  • 1994-1996 – Komandan Kodiklat TNI AD
  • 1993-1994 – Panglima Kodam V Jaya
  • 1993-1994 – Direktur A Badan Intelijen Strategis ABRI
  • 1991-1993 – Direktur D Badan Intelijen Strategis ABRI
  • 1987-1991 – Danrem 043/Garuda Hitam Lampung
  • 1985-1987 – Asisten Intelijen Kodam V Jaya
  • 1983-1985 – Wakil Asisten Personil Kopasandha merangkap sebagai Wakil Asisten Operasi.
  • 1981-1983 – Komandan Detasemen Tempur 13
  • 1972-1974 – Komandan Kompi Prayuda Kopasandha (Komando Pasukan Sandi Yudha)
  • 1968-1972 – Komandan Peleton Komando Pasukan Khusus TNI-AD di Magelang

Pendidikan Umum

  • Doktor dalam ilmu Filsafat Universitas Gadjah Mada dengan predikat cumlaude, atas disertasi Terorisme ditinjau dari Filsafat Analitika, 2009.
  • Pascasarjana Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM) dengan thesis “Hukum Militer Sebagai Sarana Tegaknya Disiplin Prajurit TNI”, 1996
  • Sarjana Tehnik Industri Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI) Bandung, 1995.
  • Sarjana Ekonomi Universitas Terbuka (UT) Jakarta, Mei 1995.
  • Sarjana Hukum Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM) dengan thesis “Kertas Karya Perorangan Sebagai Syarat Pembebasan Bersyarat Bagi Narapidana”, Mei 1994.
  • Pascasarjana Administrasi Niaga University of the City of Manila Philippina, April 1994.
  • Sarjana Administrasi Negara STIA LAN RI Jakarta dengan thesis “Sistem Administrasi Dalam Kesatuan Komando Pasukan Sandi Yudha”, 1985.
  • SMA Negeri 2 Bagian B/Ilmu Pasti Jakarta, 1964
  • SMP Negeri V Pasar Baru, Jakarta, 1961
  • SR Muhammadiyah Jakarta, 1958

Pendidikan Militer

  • KSA VI Lembaga Ketahanan Nasional 1995 lulus terbaik
  • Sesko ABRI 1989 lulus terbaik di bidang akademik dan nilai terbaik kertas perorangan dengan anugerah “Karya Wira Nugraha”
  • US Army General Staff College Fort Leavenworth USA 1980
  • Australian Intelligence Course Woodside 1971
  • Akademi Militer Nasional pada tahun 1967 di Magelang
  • Khusus: Penembak Mahir Pistol kelas II dan Senapan kelas I Pusat Pasukan Khusus TNI AD, Terjun Bebas Militer , Kualifikasi keterampilan militer Para-Komando

Bintang dan tanda jasa

  • Bintang Mahaputera Indonesia Adipradana
  • Bintang Kartika Eka Paksi Nararya-prestasi
  • Bintang Bhayangkara Utama
  • Bintang Yudha Dharma
  • Bintang Dharma
  • Satya Lencana Bhakti untuk luka-luka di medan pertempuran
  • Veteran Pembela Republik Indonesia (Pembela/E, NPV : 21.157.220).

Lain-lain

  • 2010 – sekarang – Chairman Andalusia Group.
  • 2010 – sekarang – Commissioner Carrefour Indonesia.
  • 2009 – sekarang – Presdir PT Mahagaya.
  • 2009 – 2012 – Chairman Blitzmegaplex.
  • 2004 – sekarang – Chairman Hendropriyono & Associates.
  • 2000 – 2001 – Chairman Hendropriyono Law Office.
  • 1999 – 2001 – Presiden Komisaris PT KIA Mobil Indonesia.
  • 1994 – 1998 – Ketua KTI (Komisi Tinju Indonesia).
  • 1993 – Dinobatkan sebagai MAN OF THE YEAR oleh majalah EDITOR.